Peran Perawat Dalam Membimbing Ibadah Pasien


Perawat adalah salah satu tenaga kesehatan yang bekerja paling lama berada dengan pasien.

Pasien adalah  seseorang yang membutuhkan  perawatan

Ibadah ada dua yakni ibadah maqdah dan ibadah gairah maqdah.Ibadah maqdah yaitu ibadah yang diharuskan (wajib)contohnya sholat,puasa,zakat,haji.Sedangkan ibadah goiroh maqdah yaitu ibadah yang tidak harus dilakukan tetapi dianjurkan contohnya dzikir,berbuat baik pada orang lain dll.

Pasien baik yang berada di rumah sakit maupun di luar rumah sakit memiliki agama yang berbeda.Seseorang wajib beribadah menurut kepercayaan masing-masing.Ibadah akan mudah dilakukan bagi mereka yan berstatus sehat.(WHO,1947) Sehat dalah keadaan utuh secara fisik,jasmani,mental,dan social dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit cacat,dan kelemahan. Sakit menurut Nani Maharany, S.Kep., Ners dari Departemen Keperawatan RS Al Islam, adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga orang tersebut mengalami gangguan aktivitas sehari-hari, baik aktivitas jasmani, rohani, maupun sosial. Sakit terkadang membawa dampak hebat pada penderita, terutama penyakit-penyakit yang tergolong berat. Bukan saja rasa sakit, tetapi stres kerap pula menyertainya. Terutama pasien dengan penyakit-penyakit tertentu.Bagi mereka yang sakit melakukan ibadah sangat sulit.oleh karena itu membutuhkan orang lain untuk melakukannya.Dalam hal ini yang membantu pasien adalah seorang perawat karena sebagaimana ketahui bahwa perawat sebagai pengganti pasien, perawat sebagai penolong pasien, dan perawat sebagai partner pasien. Pendek kata, perawat berperan sebagai motivator dan edukator bagi pasien yang ditanganinya.
Adapun peran perawat dalam membantu pasien dalam beribadah yaitu

Membimbing sholat

Ketika pertama kali bertemu hendaknya memperkenalkan diri meliputi nama,asal,kontrak waktu,siapa saja yang terlibat dll.Kemudian perawat mendoakan pasien agar diberikan kesembuhan.

اللھم لا سھل الا ما جعلتھ سھلا وانت تجعل الحزن سھلا اذا شئت
“Wahai Tuhanku, tidak ada yang mudah melainkan apa yang telah Engkau jadikannya mudah, Engkaulah yang dapat menjadikan belukar, tanah yang datar, apabila Engkau kehendaki.”

Meyakini Allah-lah yang memberi kehidupan
“Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan dia Mahaperkasa lagi Maha pengampun.” (QS. Al-Mulk:2)

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”(QS.Al-Fatihah:5) .danbisajugadoa-doalainya.

dan bisa juga doa-doa lainya.

Perawat mengkaji agama pasien tersebut dengan mengunakan komunikasi terapetik.komunikasi terapetik yaitu komunikasi dimana perawat yang menggunaka pendekatan terencana mempelajari klien.Apakah islam atau non islam.apabila dia islam maka:

Perawat hendaknya mengingatkan apabila waktu sholat telah datang

“Bukanlah menghadap wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan yang mendermakan harta-harta yang dicintai kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang dalam perjalanan, para peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, menegakkan shalat dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janji apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam saat peperangan. Mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS.Al-Baqarah : 177)

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’” (Al-Baqarah : 238)

  • Menjelaskan fasilitas yang ada di kamar perawatan (nurse call, telepon, fasilitas kamar mandi, arah kiblat).
  • Menanyakan kepada pasien apakah akan melakukan sholat.
  • Mengkaji apakah pasien mampu atau tidak melakukan sholat sendiri.apabila pasien tidak  dapat melakukan sholat sendiri maka perawat sangat berperan dalam hal ini.perawat harus mampu membantu pasien,mulai dari wudlu/tayamumnya(apabila tidak bisa menggunakan air) Perawat mempersiapkan peralatan untuk tayamum
    dan pendampingan saat sholat.
    Apabila dia mampu melakukan sholat sendiri maka perawat hanya mengarahkan Pasien tersebut untuk melakukan sholat.

Tata Cara Shalat bagi Orang sakit
• Jika tidak mampu melaksanakan shalat dengan keadaan berdiri, maka shalat dapat dilakukan dengan posisi duduk

• Jika tidak mampu melaksanakan dengan cara duduk, maka shalat bisa dilakukan dengan cara berbaring menghadap kiblat dengan miring di sisi kanan (lebih baik daripada sisi kiri)

• Jika tidak mampu melaksanakan dengan cara miring, maka shalat bisa dilaksanakan dengan cara terlentang, kedua kakinya diarahkan ke kiblat dan lebih baik kepalanya diangkat sedikit untuk menghadap ke kiblat

• Jika tidak mampu melaksanakan shalat dengan ruku’ dan sujud, maka bisa dengan memakai isyarat dengan kepala

• Jika tidak mampu mengisyaratkan dengan kepala dan mata pada waktu ruku’ dan sujud, maka bisa dilaksanakan dengan isyarat mata.

• Jika tidak mampu mengisyaratkan dengan kepala dan mata, maka shalat dapat dilaksanakan dengan hati.

Membingbing pasien dalam berpuasa jika memungkinkan

Dalam hal ini adalah puasa wajib.perawat hendaknya membangunkan waktu sahur dan membimbing niat serta mengingatkan waktu imsak ,dan mengngatkan pula ketika buka puasa.

Berdasarkan pendapat sejumlah ahli kesehatan, puasa dapat memberikan berbagai manfaat bagi yang melaksanakannya, di antaranya untuk ketenangan jiwa, mengatasi stres, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Puasa selain bermanfaat untuk ketenangan jiwa agar terhindar dari stres, juga dapat menyehatkan badan dan dapat membantu penyembuhan bermacam penyakit.

Membimbing dalam berzakat baik itu zakat fitrah maupun zakat mal

Ketika pasien dirawat kebetulan menjelang idul fitri maka perawat mengingatkan pasien atau pihak keluarga untuk mengeluarkan zakat fitrah.perawat mengingatkan untuk mengeluarkan zakat mal apabila telah diketahui harta yang dimiliki sudah memenuhi untuk zakat.

Ibadah gairah maqdah

Baca kitab suci Al- Quran bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita

Terutama ayat-ayat yang berhubungan dengan orang yang sakit, rahmat allah, karunia, dan kasih sayangnya, dll supaya sang klien lebih termotivasi untuk sembuh.

Dalam quran disebutkan bahwa Al-quran adalah pelajaran dan obat bagi penyakit batin serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Penelitian di Florida, AS ada sebuah lembaga meneliti tentang menyembuhkan penyakit jiwa melalui pengaruh bacaan Al-quran. Sampel terdiri dari orang-orang yang mengerti bahasa Al-quran dan yang tidak mengerti, semuanya non islam dan mengalami gangguan jiwa. Ternyata bagi yang mengerti bacaan ayat Al-quran dapat memperoleh kesembuhan secara bertahap dan yang tidak mengerti bahasa Al-quran juga mengalami kesembuhan secar kurang intensif dibanding yang mengerti bahasa al-quran. Dengan membacanya atau mendengarkannya saja sudah bisa dibuktikan betapa besar daya pengaruh Al-quran bagi manusia yang mengalami gangguan jiwa, apalagi bagi yang sehat dan dapat berpikir dengan jernih. sudah barang pasti kaalu dikaji dan dilaksanakan semua ajarannya, dijamin,niscaya akan mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Menuntun dzikir kepada Allah

Dengan berdzikir, hati seorang akan terasa tentram. Ini adalah mutlak, tercantum dalam Al-quran surat al-ra’du : 28 dan sabda Rasulullah SAW bawa dzikir kepada Allah adalah pengobat hati, dengan syarat ia harus beriman dan ikhlas. hal ini sesuai dengan penelitian Dr.Moh.Sholeh M.pd. karena pada hakikatnya sahalat adalah dzikir, maka dzikir yang ikhlas akan mendatangkan rasa senang, optimis, dan persepsi positif.

Ceritakan kisah-kisah dari tokoh-tokoh Islam

Salahsatu cerita tokoh Islam yang memiliki penyakit yang parah adalah Nabi Ayub as. Al-Qur’an al-Karim tidak menyebutkan bentuk dari penyakitnya, namun banyak cerita-cerita dongeng yang mengemukakan tentang penyakitnya. Dikatakan bahwa beliau terkena penyakit kulit yang dahsyat sehingga manusia-manusia enggan untuk mendekatiny,namun beliau digambarkan sebagai sosok manusia yang paling sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa beliau berada di puncak kesabaran. Allah SWT telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi:

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

Perawat bisa menjelaskan bahwa banyak manfaat yang bisa diambil dari kondisi sakit kita, diantaranya bisa lebih mengingat dan bergantung pada Allah, bisa dihapus dosa kita terutama jika kita sabar terhadap penyakit, dsb

Diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniah

Spiritual bertindak sebagai suatu tema yang terintegrasi dalam kehidupan seseorang. Spiritual seseorang akan mempengaruhi cara pandangnya terhadap kesehatan dilihat dari perspektif yang luas. Kesehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk menjalani kehidupan secara utuh. sedangkan sakit bisa mengganggu kondisi tersebut. Namun banyak hal yang bisa kita temukan manfaatnya dari perubahan sehat-sakit tersebut, itu hanya bisa disadari jika kita membicarakannya dengan perspektif ruhaniah. Salah satunya, pelaksanaan perintah agama merupakan suatu cara seseorang berlatih secara spiritual

Perawat membagi atau meminjamkan buku-buku berhubungan dengan spiritual baik pada klien maupun pada keluarga klie

Sabar dan rela terhadap ketentuan Allah SWT.

” Barang siapa sakit pada malam hari, ia sabar dan rela terhadap ketentuan Allah SWT dalam menderita sakit maka lepaslah ia dari dosa-dosanya seperti pada waktu ia lahir dari kandungan ibunya” HR. Hakim

Abu Hurairoh RA berkata bahwa Rasululloh SAW bersabda:

Barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah SWT, maka ia akan diberi ujian” HR. Bukhari”

Yaitu diuji dengan berbagai cobaan, baik itu sakit maupun selain itu kemudian Allah SWT memberi pahala dengan jalan itu ia bersabar dan rela (ikhlas)

Tidak boleh berputus asa

Dalam ajaran Islam seorang muslim dilarang berputus asa atas segala cobaan yang Allah berikan, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir (QS. Yusuf: 87)

”Dan orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah SWT dan pertemuan dengan dia, mereka putus asa dari rahmatku, dan mereka mendapat azab pasti (QS. Al. Hajr:23)

Berbaik sangka

    Disaat-saat menghadapi sakarataul maut maka hendaklah ia memperbaiki sangkaanya kepada Allah SWT.

    Dari Abu Hurairoh bahwa Nabi bersabda:

    ”Firman Allah yang Maha Mulia lagi maha besar: Aku berada disisi sangkaan hambaku saja, yaitu menuruti sangkaan hambaku ketika ia menyangka terhadap aku” (HR. Bukhari Muslim)

    Perbanyak dzikir dan berdo’a

      Artinya: ”Dan apabila hamba-hambaku bertanya: Padamu tentang Aku, maka jawablah bahwasannya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaku….” (QS. Al Baqarah: 186)

      berbuat baik kepada semua orang terutama pada perawat dan pengunjung dan selalu menjaga senyum.

      Sebelum pasien pulang, perawat membimbing pasien dan keluarga untuk berdoa (mensyukuri nikmat sembuh)

      اللھم اني اسالك فرجا قریبا وصبرا جمیلا ورزقا واسعا والعافیة من جمیع البلاء واسالك تمام العافیة واسالك دوام العافیة واسالك الشكر علي العافیة واسالك الغني عن الناس ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظیم
      “Wahai Tuhanku, bahwasanya aku memohon kelapangan dalam waktu yang dekat, kesabaran yang sempurna, rizki yang luas, terhindar dari segala bala. Ya Allah aku memohon kepada Engkau untuk pandai mensyukuri nikmat sehat yang Engkau limpahkan. Ya Allah aku memohon kepada Engkau kecukupan dari manusia (tidak memerlukan kepada orang lain). Tak ada daya dan tak ada tenaga, kekuatan melainkan dengan Allah yang Mahatinggi lagi maha besar.

      Orang yang cerdas secara spiritual, ia harus dapat merasakan kehadiran dan peranan Allah dalam hidupnya. “Spiritual intelligence is the faculty of our non-material dimension- the human soul,” kata Khalil Khawari. Ia harus sudah menemukan makna hidupnya dan mengalami hidup yang bermakna. Ia tampak pada orang-orang di sekitarnya sebagai “orang yang berjalan dengan membawa cahaya.” (Al-Quran 6:122) Ia tahu ke mana ia harus mengarahkan. Itulah perawat yang harus bisa menjadi cahaya yang mampu menunjukkan klien nya jalan yang bisa menyelamatkannya tidak hanya urusan sakit di dunia saja tapi juga untuk akhirat kelak.

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s

      Follow

      Get every new post delivered to your Inbox.

      %d bloggers like this: